Dianjurkan untuk menjilat jari seseorang dan menyeka mangkuk, dan memakan sepotong makanan yang jatuh setelah menghilangkan kotoran di atasnya. Tidak suka menyeka tangan seseorang sebelum menjilatnya, karena kemungkinan bahwa berkah makanan mungkin ada di bagian yang tersisa itu. Sunnah adalah makan dengan tiga jari Sahih Muslim 2032 b

Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، أَخْبَرَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، بْنِ سَعْدٍ عَنِ ابْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلميَأْكُلُ بِثَلاَثِ أَصَابِعَ وَيَلْعَقُ يَدَهُ قَبْلَ أَنْ يَمْسَحَهَا ‏.‏
Terjemahan

Ibnu Ka'b b. Malik melaporkan tentang otoritas ayahnya bahwa Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) biasa makan (makanan) dengan tiga jari dan dia menjilat tangannya sebelum menyekanya (dengan handuk).