Abu Talha mengutus saya kepada Rasulullah (صلى الله عليه وسلم); Sisa hadis adalah sama, tetapi 'ada sedikit variasi kata-kata yang dia katakan di akhir (Nabi Suci) mengambil apa yang tersisa (dari makanan) dan mengumpulkannya dan kemudian memohon keberkahan ke atasnya dan kembali ke keadaan semula. Dia (Nabi Suci) kemudian berkata Ambillah ini.
Kitab Minuman - Sahih Muslim 2040c
Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, dan salam serta berkah atas Nabi kita Muhammad, keluarganya, dan para sahabatnya.
Teks Hadis
Abu Talha mengirim saya kepada Rasulullah (ﷺ); sisa hadisnya sama, tetapi ada sedikit variasi kata-kata yang dia ucapkan di akhir (Nabi Suci) mengambil apa yang tersisa (dari makanan) dan mengumpulkannya kemudian memohon berkah atasnya dan makanan itu kembali ke keadaan aslinya. Dia (Nabi Suci) kemudian berkata Ambillah ini.
Komentar tentang Mukjizat
Riwayat ini menunjukkan sifat mukjizat dari berkah Nabi (barakah). Ketika Nabi (ﷺ) mengumpulkan sisa-sisa makanan dan berdoa untuk berkah ilahi, makanan itu dipulihkan ke jumlah aslinya. Ini termasuk di antara mukjizat-mukjizat jelas (mu'jizat) yang Allah berikan kepada Rasul-Nya sebagai bukti kenabiannya.
Signifikansi Barakah
Pemulihan makanan melalui berkah Nabi mengajarkan kita bahwa rezeki pada akhirnya datang dari Allah saja. Peningkatan fisik terjadi melalui cara-cara spiritual, menunjukkan bahwa berkah ilahi dapat melampaui hukum alam. Insiden ini juga menggambarkan belas kasihan Nabi dalam memastikan para sahabatnya memiliki persediaan yang cukup.
Implikasi Hukum dan Spiritual
Para ulama menyimpulkan dari ini bahwa mencari berkah melalui orang-orang saleh dan doa-doa mereka diperbolehkan ketika dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Hadis ini juga menekankan pentingnya tidak menyia-nyiakan makanan dan bersyukur atas rezeki Allah, betapapun kecilnya awalnya.