Dia yang memakan tujuh kurma (dari tanah yang berada) di antara dua dataran lava ini di pagi hari, tidak ada racun yang akan menyakitinya sampai malam.
Kitab Minuman - Sahih Muslim 2047a
Barangsiapa yang memakan tujuh kurma (dari tanah yang terletak) di antara dua dataran lava di pagi hari, tidak ada racun yang akan membahayakannya hingga petang.
Analisis Teks
Hadis ini secara khusus menyebutkan "kurma dari tanah yang terletak di antara dua dataran lava," merujuk pada kurma berkah dari Madinah, khususnya varietas 'Ajwah yang tumbuh di wilayah itu. Angka tujuh memiliki makna penting dalam tradisi Islam sebagai angka kelengkapan dan berkah.
Keputusan Hukum
Para ulama menafsirkan ini sebagai perlindungan ilahi khusus (ḥifẓ khāṣṣ) yang diberikan melalui barakah (berkah) dari kurma ini, bukan sebagai resep medis umum. Seseorang tidak boleh sengaja mengekspos diri mereka pada racun hanya mengandalkan ini, karena itu akan menjadi ujian terhadap ketetapan ilahi.
Dimensi Spiritual
Tradisi ini menunjukkan bagaimana Allah memberikan sifat khusus kepada ciptaan tertentu. Perlindungan ini berlangsung hingga petang, menunjukkan sifat sementara dari berkah khusus ini dan kebutuhan untuk pembaruan iman dan praktik yang terus-menerus.
Aplikasi Praktis
Praktik Sunnah adalah mengonsumsi tujuh kurma Madinah di pagi hari, terutama saat perut kosong. Meskipun perlindungan khusus yang disebutkan unik untuk kurma Madinah, makan kurma secara umum sangat dianjurkan dalam tradisi Islam untuk manfaat nutrisi dan spiritualnya.