حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ بْنِ قَعْنَبٍ، حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ، - يَعْنِي ابْنَ بِلاَلٍ - عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ مَنْ أَكَلَ سَبْعَ تَمَرَاتٍ مِمَّا بَيْنَ لاَبَتَيْهَا حِينَ يُصْبِحُ لَمْ يَضُرَّهُ سُمٌّ حَتَّى يُمْسِيَ ‏"‏ ‏.‏
Terjemahan
'Amir b. Sa'd b. Abu Waqqas melaporkan Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda

Dia yang makan tujuh kurma 'ajwa' di pagi hari, racun dan sihir tidak akan menyakitinya pada hari itu.

Comment

Kitab Minuman - Sahih Muslim 2047 b

Barangsiapa yang memakan tujuh kurma 'ajwa di pagi hari, racun dan sihir tidak akan membahayakannya pada hari itu.

Komentar tentang Hadis

Hadis mulia ini dari Sahih Muslim mengandung janji ilahi mengenai kurma 'ajwa yang diberkati dari Madinah. Kurma 'ajwa adalah varietas khusus yang ditanam di kota yang diberkati Nabi (semoga damai besertanya) dan membawa barakah (berkah) tertentu.

Perlindungan yang disebutkan tidak hanya fisik tetapi juga mencakup perlindungan spiritual. Angka tujuh memiliki makna penting dalam tradisi Islam, mewakili kesempurnaan dan penyempurnaan. Perlindungan ini bergantung pada iman yang tulus dan kepercayaan pada janji Allah.

Para ulama menjelaskan bahwa ini tidak meniadakan pengambilan tindakan pencegahan yang diperlukan, melainkan menunjukkan bagaimana Allah memberikan sifat khusus kepada ciptaan-Nya tertentu. Orang beriman mengonsumsi kurma ini dengan iman pada kata-kata Nabi, dan Allah memenuhi janji-Nya melalui hikmah-Nya yang tak terbatas.

Hadis ini mengajarkan kita tentang berkah yang ditemukan dalam tradisi kenabian dan mendorong kita untuk mengikuti Sunnah dalam kehidupan sehari-hari, menggabungkan cara fisik dengan ketergantungan spiritual hanya kepada Allah.