Larangan membuat Nabidh dalam Al-Muzaffat, Ad-Dubba' (Labu), Al-Hantam dan An-Naqir; Ini telah dibatalkan dan sekarang diizinkan, selama tidak memabukkan Sahih Muslim 1996 b
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ، حَدَّثَنَا ابْنُ عُلَيَّةَ، أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي عَرُوبَةَ، عَنْ قَتَادَةَ،
عَنْ أَبِي نَضْرَةَ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم نَهَىعَنِ الدُّبَّاءِ
وَالْحَنْتَمِ وَالنَّقِيرِ وَالْمُزَفَّتِ .
Terjemahan
Abu Sa'id Khudri melaporkan bahwa Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) melarang (persiapan) Nabidh dalam labu, dalam kendi yang diolesi dengan lempar hijau, di tunggul berongga dan dalam guci yang dipernis.