حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَإِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، وَابْنُ أَبِي عُمَرَ، قَالَ إِسْحَاقُ
أَخْبَرَنَا وَقَالَ الآخَرَانِ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ، عَنْ أَبِي،
ثَعْلَبَةَ قَالَ نَهَى النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم عَنْ أَكْلِ كُلِّ ذِي نَابٍ مِنَ السَّبُعِ . زَادَ إِسْحَاقُ
وَابْنُ أَبِي عُمَرَ فِي حَدِيثِهِمَا قَالَ الزُّهْرِيُّ وَلَمْ نَسْمَعْ بِهَذَا حَتَّى قَدِمْنَا الشَّامَ .
Terjemahan
Hadis ini telah diturunkan atas otoritas Shu'ba.
Kitab Berburu, Penyembelihan, dan Apa yang Boleh Dimakan
Sahih Muslim 1934 b
Analisis Transmisi
Hadis ini telah ditransmisikan berdasarkan otoritas Shu'ba ibn al-Hajjaj, ahli tradisi terkenal dari Basra, yang dikenal karena ketepatannya dalam narasi dan kepatuhan ketat pada rantai transmisi yang otentik.
Komentar Ilmiah
Penyebutan Shu'ba dalam rantai menunjukkan tingkat keandalan tertinggi, karena dia termasuk di antara perawi yang paling terpercaya yang transmisinya diterima tanpa keraguan oleh semua ulama hadis.
Ketika sebuah hadis ditransmisikan melalui Shu'ba, ia membawa bobot pelestarian otentik dan pemeriksaan yang cermat, memastikan tradisi kenabian tetap murni dari perubahan atau pemalsuan.