حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عَبْدِ، اللَّهِ وَالْحَسَنِ ابْنَىْ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيٍّ عَنْ أَبِيهِمَا، عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم نَهَى عَنْ مُتْعَةِ النِّسَاءِ يَوْمَ خَيْبَرَ وَعَنْ لُحُومِ الْحُمُرِ الإِنْسِيَّةِ ‏.‏
Terjemahan
Salama b. Akwa' melaporkan

Kami pergi ke Khaibar bersama Rasulullah (صلى الله عليه وسلم). Kemudian Allah memberikan kemenangan (kami) atas mereka. Pada malam itu juga ketika mereka telah diberikan kemenangan, mereka menyalakan banyak api. Maka Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda: Apakah api itu dan apa yang telah dinyalakan? Mereka berkata: (Ini telah dinyalakan) untuk (memasak) daging. Setelah itu dia berkata: Dari daging apa? Mereka berkata: Untuk daging keledai domestik. Setelah itu Rasulullah (saw) bersabda: Buang itu dan pecahkan mereka (panci tanah di mana fiesa sedang dimasak). Seseorang berkata: Rasulullah, haruskah kita membuangnya dan mencucinya (panci masak)? Dia berkata: Kamu boleh melakukannya.