حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، وَيَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ، وَقُتَيْبَةُ، وَابْنُ، حُجْرٍ عَنْ إِسْمَاعِيلَ، قَالَ يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ، أَنَّهُ سَمِعَ ابْنَ عُمَرَ، يَقُولُ سُئِلَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم عَنِ الضَّبِّ فَقَالَ ‏"‏ لَسْتُ بِآكِلِهِ وَلاَ مُحَرِّمِهِ ‏"‏ ‏.‏
Terjemahan
Abu Zubair melaporkan

Saya bertanya kepada Jabir tentang memakan kadal itu, lalu dia berkata: Jangan makan itu karena dia (Nabi Suci) merasa jijik. Dia (perawi) mengatakan bahwa Umar b. al-Khattab mengingatkan: Rasul Allah (صلى الله عليه وسلم) tidak menyatakannya sebagai haram. Allah, Yang Maha Mulia dan Maha Agung, telah (menjadikannya sumber) manfaat bagi lebih dari satu (orang). Ini adalah makanan umum para gembala. Seandainya itu bersama saya, saya akan memakannya.