Sahih Muslim
Sahih Muslim 2249 b
Hukum Penggunaan Kata 'Abd Dan Amah (Bagi Budak) Dan Mawla Dan Sayyid (Untuk Tuan)
Teks hadis bahasa Arab
وَحَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي،
هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم "لاَ يَقُولَنَّ أَحَدُكُمْ عَبْدِي . فَكُلُّكُمْ عَبِيدُ
اللَّهِ وَلَكِنْ لِيَقُلْ فَتَاىَ . وَلاَ يَقُلِ الْعَبْدُ رَبِّي . وَلَكِنْ لِيَقُلْ سَيِّدِي " .
Terjemahan
Abu Huraira melaporkan bahwa Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda
Tak seorang pun dari kamu boleh berkata: Hambaku, karena kamu semua adalah hamba-hamba Allah, tetapi katakanlah: Anakku yang muda, dan hamba itu tidak boleh berkata: Tuhanku, tetapi harus berkata: Tuanku.