Larangan menjual hasil bumi sebelum kebaikannya muncul Sahih Muslim 1537
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، وَابْنُ، بَشَّارٍ قَالاَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ، عَنْ أَبِي الْبَخْتَرِيِّ، قَالَ سَأَلْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ عَنْ بَيْعِ النَّخْلِ، فَقَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلمعَنْ بَيْعِ النَّخْلِ حَتَّى يَأْكُلَ مِنْهُ أَوْ يُؤْكَلَ وَحَتَّى يُوزَنَ .قَالَ فَقُلْتُ مَا يُوزَنُ فَقَالَ رَجُلٌ عِنْدَهُ حَتَّى يَحْزَرَ
Terjemahan
Abu Bakhtari melaporkan
Saya bertanya kepada Ibnu 'Abbas (Allah berkenan kepada mereka) tentang penjualan kurma. Dia berkata: Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) melarang penjualan kurma pohon sampai seseorang memakannya atau dimakan (yaitu layak untuk dimakan) atau sampai mereka ditimbang (atau diukur). Saya berkata: Apa artinya: "Sampai ditimbang"? Kemudian seseorang yang bersamanya (Ibnu Abbas) berkata: Sampai dia mampu menyimpannya bersamanya (setelah mencabutnya).