Larangan menjual kurma segar dengan imbalan kurma kering kecuali dalam kasus 'Araya Sahih Muslim 1542 e

Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنِي عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ السَّعْدِيُّ، وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، قَالاَ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ، - وَهُوَ ابْنُ إِبْرَاهِيمَ - عَنْ أَيُّوبَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلمنَهَى عَنِ الْمُزَابَنَةِ وَالْمُزَابَنَةُ أَنْ يُبَاعَ مَا فِي رُءُوسِ النَّخْلِ بِتَمْرٍ بِكَيْلٍ مُسَمًّى إِنْ زَادَ فَلِي وَإِنْ نَقَصَ فَعَلَىَّ ‏.‏
Terjemahan

Ibnu 'Umar (Allah berkenan dengan mereka) melaporkan Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) telah melarang Muzabana, dan Muzabana menyiratkan penjualan kurma kering untuk kurma segar di pohon dengan ukuran yang pasti (membuatnya jelas) bahwa jika bertambah maka itu adalah milik saya dan jika kurang, itu adalah tanggung jawab saya.