Persamaan dari seorang munafik adalah seekor domba yang berkeliaran tanpa tujuan di antara dua kawanan. Dia pergi ke satu pada satu waktu dan ke yang lain di lain waktu.
Perumpamaan Dijelaskan
Analogi mendalam dari Sahih Muslim 2784 a ini menggambarkan ketidakstabilan spiritual orang munafik. Seperti domba yang bingung berkeliaran di antara dua kawanan tanpa komitmen yang kuat, orang munafik berayun antara iman dan kekafiran, tidak pernah menetap pada keyakinan yang sejati.
Ketidakstabilan Spiritual
Hati orang munafik tetap dalam kebingungan abadi, menyerupai domba tanpa tujuan yang tidak dapat memutuskan kawanan mana yang akan diikuti. Kadang-kadang dia menunjukkan iman yang tampak ketika berada di antara orang beriman, namun hatinya condong kepada kekafiran ketika berada di antara orang kafir.
Dualitas ini mencegahnya mencapai ketenangan dan kepastian yang datang dengan iman yang tulus. Keadaannya adalah konflik internal abadi dan ketidakkonsistenan eksternal.
Peringatan Terhadap Kemunafikan
Hadis ini dari "Karakteristik Orang Munafik Dan Hukum Mengenai Mereka" berfungsi sebagai peringatan serius terhadap penyakit kemunafikan (nifāq). Orang beriman harus berusaha untuk konsistensi spiritual dan menghindari sifat goyah yang menjadi ciri orang munafik.
Iman sejati memerlukan komitmen sepenuh hati kepada Allah dan agama-Nya, bukan pergeseran oportunis antara posisi yang menandai watak munafik.