Menegaskan Takbir Untuk Setiap Gerakan Naik Atau Bawah Dalam Sholat, Kecuali Saat Bangkit dari Ruku' Ketika Seseorang Harus Berkata: Sami'aAllahu Liman Hamidah (Allah Mendengar Orang-orang yang Memuji Dia) Sahih Muslim 392 e

Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مِهْرَانَ الرَّازِيُّ، حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ، حَدَّثَنَا الأَوْزَاعِيُّ، عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ، كَانَيُكَبِّرُ فِي الصَّلاَةِ كُلَّمَا رَفَعَ وَوَضَعَ ‏.‏ فَقُلْنَا يَا أَبَا هُرَيْرَةَ مَا هَذَا التَّكْبِيرُ قَالَ إِنَّهَا لَصَلاَةُ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏.‏
Terjemahan
Abu Salama melaporkan bahwa Abu Huraira membaca takbir dalam shalat pada semua kesempatan bangun dan berlutut. Kami mengatakan

Wahai Abu Huraira, apakah takbir ini? Dia berkata: Sesungguhnya itu adalah doa Rasulullah (صلى الله عليه وسلم).