Menegaskan Takbir Untuk Setiap Gerakan Naik Atau Bawah Dalam Sholat, Kecuali Saat Bangkit dari Ruku' Ketika Seseorang Harus Berkata: Sami'aAllahu Liman Hamidah (Allah Mendengar Orang-orang yang Memuji Dia) Sahih Muslim 392 f
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ، - يَعْنِي ابْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ - عَنْ سُهَيْلٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّهُ كَانَيُكَبِّرُ كُلَّمَا خَفَضَ وَرَفَعَ وَيُحَدِّثُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَفْعَلُ ذَلِكَ .
Terjemahan
Suhail melaporkan tentang otoritas ayahnya bahwa Abu Huraira biasa membaca takbir pada setiap kesempatan bangun dan membungkuk (dalam shalat) dan meriwayatkan bahwa Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) biasa melakukan hal itu.