Mengikuti Imam Sahih Muslim 414 a
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا الْمُغِيرَةُ، - يَعْنِي الْحِزَامِيَّ - عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ "إِنَّمَا الإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ فَلاَ تَخْتَلِفُوا عَلَيْهِ فَإِذَا كَبَّرَ فَكَبِّرُوا وَإِذَا رَكَعَ فَارْكَعُوا وَإِذَا قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ . فَقُولُوا اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ . وَإِذَا سَجَدَ فَاسْجُدُوا وَإِذَا صَلَّى جَالِسًا فَصَلُّوا جُلُوسًا أَجْمَعُونَ " .
Terjemahan
Abu Huraira melaporkan
Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda: Imam diangkat, sehingga dia harus diikuti, jadi jangan berselisih dengannya. Bacalah takbir ketika dia melafalkannya; sujudlah ketika dia membungkuk dan ketika dia berkata: "Allah mendengarkan orang yang memuji-Nya," katakanlah: "Ya Allah, Tuhan kami, bagi-Mu Pujian." Dan ketika dia (Imam) bersujud, kamu juga harus bersujud, dan ketika dia berdoa sambil duduk, kamu semua harus menjalankan shalat.