Perintah Kepada Imam Untuk Membuat Doa Singkat Tapi Lengkap Sahih Muslim 467 b
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا ابْنُ رَافِعٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ، عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ، قَالَ هَذَا مَا حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ، عَنْ مُحَمَّدٍ، رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَذَكَرَ أَحَادِيثَ مِنْهَا وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم "إِذَا مَا قَامَ أَحَدُكُمْ لِلنَّاسِ فَلْيُخَفِّفِ الصَّلاَةَ فَإِنَّ فِيهِمُ الْكَبِيرَ وَفِيهِمُ الضَّعِيفَ وَإِذَا قَامَ وَحْدَهُ فَلْيُطِلْ صَلاَتَهُ مَا شَاءَ "
Terjemahan
Hammam b. Munabbih melaporkan
Inilah yang disampaikan oleh Abu Huraira kepada kami dari Muhammad Rasulullah (صلى الله عليه وسلم), dan dia meriwayatkan (beberapa) hadits dari (riwayat ini dan salah satunya adalah ini): Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda: Ketika ada di antara kamu yang berdiri untuk memimpin orang-orang dalam shalat, dia harus mempersingkatnya, karena di antara mereka ada yang sudah tua, dan di antara mereka ada yang lemah, tetapi ketika dia berdoa sendiri, dia dapat memperpanjang doanya sesuka hatinya.