Dianjurkan Untuk Mengangkat Tangan Sejajar Dengan Bahu Saat Mengucapkan Takbir Pembuka, Saat Membungkuk Dan Saat Bangkit Dari Membungkuk. Tapi Itu Tidak Harus Dilakukan Saat Bangkit Dari Sujud Sahih Muslim 390 b
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ، حَدَّثَنِي ابْنُ شِهَابٍ، عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، أَنَّ ابْنَ عُمَرَ، قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَاقَامَ لِلصَّلاَةِ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى تَكُونَا حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ ثُمَّ كَبَّرَ فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَرْكَعَ فَعَلَ مِثْلَ ذَلِكَ وَإِذَا رَفَعَ مِنَ الرُّكُوعِ فَعَلَ مِثْلَ ذَلِكَ وَلاَ يَفْعَلُهُ حِينَ يَرْفَعُ رَأْسَهُ مِنَ السُّجُودِ .
Terjemahan
Ibnu Umar melaporkan bahwa Rasulullah (صلى الله عليه وسلم), ketika dia berdiri untuk shalat, dia biasa mengangkat tangannya di bahu dan kemudian membaca takbir (Allah-o-Akbar), dan ketika dia hendak membungkuk dia kembali menyukainya dan ketika dia mengangkat dirinya dari ruku' (postur membungkuk) dia kembali menyukainya, tetapi dia tidak melakukannya pada saat mengangkat kepalanya dari sujud.