'Aisyah, istri Rasul Allah (صلى الله عليه وسلم), mengatakan bahwa setiap kali dia harus memilih di antara dua hal, dia mengadopsi yang lebih mudah, asalkan itu bukan dosa, tetapi jika itu dosa dia adalah yang paling jauh darinya dari orang-orang; dan Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) tidak pernah membalas dendam dari siapapun karena keluhan pribadinya, kecuali apa yang Allah Ta'ala dan Maha Mulia telah dilanggar telah dilanggar.
Kitab Keutamaan - Sahih Muslim 2327 a
Riwayat ini dari Ibu Orang-Orang Beriman, 'A'isyah (semoga Allah meridainya), mengungkapkan aspek-aspek mendalam dari karakter Nabi (saw) yang berfungsi sebagai panduan komprehensif bagi komunitas Muslim.
Prinsip Kemudahan dalam Hal-Hal yang Diperbolehkan
Pilihan Nabi yang konsisten terhadap opsi yang lebih mudah ketika dihadapkan dengan dua alternatif yang diperbolehkan menunjukkan prinsip Islam dalam menghilangkan kesulitan (raf' al-haraj). Ini mencerminkan rahmat Allah dalam legislasi, karena Dia menginginkan kemudahan bagi hamba-hamba-Nya, bukan kesulitan.
Para ulama menjelaskan ini berlaku untuk urusan duniawi dan ibadah di mana ada fleksibilitas, seperti memilih antara posisi sholat yang valid atau makanan yang diperbolehkan. Pendekatan ini mencegah kekakuan yang tidak perlu yang dapat menyebabkan ekstremisme.
Penghindaran Mutlak dari Dosa
Frasa "dia adalah orang yang paling jauh darinya di antara manusia" menunjukkan penolakan Nabi yang lengkap dan segera terhadap segala sesuatu yang melibatkan dosa. Jaraknya dari hal-hal yang dilarang lebih besar daripada orang lain, menetapkannya sebagai teladan kesalehan yang sempurna.
Ini mengajarkan bahwa meskipun kita dapat menggunakan fleksibilitas dalam hal-hal yang diperbolehkan, tidak ada kompromi ketika menyangkut larangan yang jelas. Batasan yang ditetapkan oleh Allah harus dihormati secara mutlak.
Perbedaan Antara Urusan Pribadi dan Agama
Nabi tidak pernah membalas dendam untuk keluhan pribadi, menunjukkan karakter moral yang tertinggi. Pengampunannya terhadap kesalahan pribadi adalah lengkap, mencerminkan instruksi Al-Qur'an untuk mengusir kejahatan dengan kebaikan.
Namun, ketika batas-batas suci Allah dilanggar, dia bertindak tegas untuk menegakkan keadilan dan melindungi agama. Perbedaan ini sangat penting: perasaan pribadi tidak boleh mengganggu penegakan perintah ilahi.
Aplikasi Praktis bagi Muslim
Hadis ini memberikan pendekatan seimbang terhadap kehidupan: kemudahan dalam hal-hal yang diperbolehkan, ketegasan dalam larangan, pengampunan dalam urusan pribadi, dan keteguhan dalam prinsip agama. Ini mengajarkan moderasi tanpa mengorbankan kewajiban agama.
Muslim harus meneladani karakter seimbang ini - menghindari kekakuan berlebihan dalam hal-hal yang diperbolehkan dan kelonggaran dalam hal yang dilarang, sambil membedakan antara perasaan pribadi dan tugas agama.