حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ مُحَمَّدٍ النَّاقِدُ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ مَثَلِي وَمَثَلُ الأَنْبِيَاءِ كَمَثَلِ رَجُلٍ بَنَى بُنْيَانًا فَأَحْسَنَهُ وَأَجْمَلَهُ فَجَعَلَ النَّاسُ يُطِيفُونَ بِهِ يَقُولُونَ مَا رَأَيْنَا بُنْيَانًا أَحْسَنَ مِنْ هَذَا إِلاَّ هَذِهِ اللَّبِنَةَ ‏.‏ فَكُنْتُ أَنَا تِلْكَ اللَّبِنَةَ ‏"‏ ‏.‏
Terjemahan
Abu Hurairh melaporkan Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda

Persamaan saya dan para Rasul di hadapan saya adalah orang yang membangun sebuah rumah yang cukup mengesankan dan indah, tetapi untuk satu batu bata di salah satu sudutnya. Orang-orang akan mengelilinginya, menghargai bangunan itu, tetapi berkata: Mengapa batu bata tidak diperbaiki di sini? Dia berkata: Akulah batu bata itu dan aku adalah yang terakhir dari para Rasul.

Comment

Kitab Keutamaan - Sahih Muslim 2286 c

Hadis yang mendalam dari Nabi Muhammad (semoga damai besertanya) ini menggunakan metafora arsitektur yang kuat untuk menjelaskan posisinya di antara para nabi. "Rumah yang megah dan indah" mewakili struktur kenabian yang lengkap yang dibangun oleh semua utusan sebelum dia.

"Satu batu bata" yang hilang di sudut menandakan kenabian terakhir yang akan menyempurnakan pesan ilahi. Orang-orang yang mengagumi struktur sambil memperhatikan elemen yang hilang menggambarkan bagaimana komunitas sebelumnya mengakui kelengkapan tradisi kenabian mereka namun merasakan sesuatu yang masih tersisa.

Ketika Nabi menyatakan "Akulah batu bata itu," dia menetapkan dirinya sebagai bagian terakhir yang menyempurnakan bangunan kenabian. Pernyataannya "Akulah yang terakhir dari para Rasul" mengonfirmasi finalitas pesannya dan kesempurnaan wahyu Islam, menjadikannya Penutup Para Nabi.

Para ulama mencatat bahwa metafora ini dengan indah menyampaikan bagaimana Islam baik mengonfirmasi kebenaran dalam wahyu sebelumnya sambil memberikan penyempurnaan akhir dari bimbingan ilahi kepada umat manusia, tanpa nabi yang akan datang setelah Muhammad (semoga damai besertanya).