حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ مُحَمَّدٍ النَّاقِدُ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ مَثَلِي وَمَثَلُ الأَنْبِيَاءِ كَمَثَلِ رَجُلٍ بَنَى بُنْيَانًا فَأَحْسَنَهُ وَأَجْمَلَهُ فَجَعَلَ النَّاسُ يُطِيفُونَ بِهِ يَقُولُونَ مَا رَأَيْنَا بُنْيَانًا أَحْسَنَ مِنْ هَذَا إِلاَّ هَذِهِ اللَّبِنَةَ ‏.‏ فَكُنْتُ أَنَا تِلْكَ اللَّبِنَةَ ‏"‏ ‏.‏
Terjemahan
Abu Sa'id melaporkan bahwa Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda

Persamaan saya dan para Rasul; Sisa hadis adalah sama.

Comment

Kitab Keutamaan - Sahih Muslim 2286 d

Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Komentar ini mengkaji hadis mendalam dari Sahih Muslim mengenai keserupaan antara Nabi Muhammad (semoga damai besertanya) dan para Rasul sebelumnya.

Analisis Teks

Frasa "keserupaan diriku dan para Rasul" menunjukkan hubungan spiritual dan kenabian antara Nabi Muhammad (ﷺ) dan para utusan yang mendahuluinya. Ini menegakkan kesatuan kenabian sambil mengakui perbedaan dalam misi masing-masing.

Referensi kepada "sisa hadis adalah sama" mengarahkan penuntut ilmu untuk merujuk narasi lengkap di tempat lain dalam koleksi, menunjukkan sifat saling terhubung dari tradisi kenabian.

Interpretasi Ilmiah

Imam al-Nawawi berkomentar bahwa keserupaan ini mencakup tantangan yang dihadapi para nabi dan kemenangan akhir pesan mereka. Para nabi secara kolektif membentuk persaudaraan spiritual tunggal meskipun konteks sejarah mereka berbeda.

Ibn Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa keserupaan ini khususnya merujuk pada wahyu bertahap bimbingan ilahi, kesabaran yang diperlukan dalam menyampaikan pesan, dan penerimaan akhir ajaran mereka oleh pencari kebenaran yang tulus.

Implikasi Praktis

Ajaran ini memperkuat prinsip Islam untuk percaya kepada semua nabi tanpa perbedaan, sambil mengakui finalitas pesan Nabi Muhammad. Ini menumbuhkan rasa hormat terhadap semua wahyu ilahi dan mempromosikan persatuan di antara tradisi iman Abrahamik.

Orang beriman diingatkan untuk mempelajari kehidupan semua nabi untuk mengambil pelajaran dalam kesabaran, ketekunan, dan kepercayaan pada Kebijaksanaan Ilahi selama masa cobaan dan kesulitan.