حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ مُحَمَّدٍ النَّاقِدُ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ مَثَلِي وَمَثَلُ الأَنْبِيَاءِ كَمَثَلِ رَجُلٍ بَنَى بُنْيَانًا فَأَحْسَنَهُ وَأَجْمَلَهُ فَجَعَلَ النَّاسُ يُطِيفُونَ بِهِ يَقُولُونَ مَا رَأَيْنَا بُنْيَانًا أَحْسَنَ مِنْ هَذَا إِلاَّ هَذِهِ اللَّبِنَةَ ‏.‏ فَكُنْتُ أَنَا تِلْكَ اللَّبِنَةَ ‏"‏ ‏.‏
Terjemahan

Hadis ini telah diriwayatkan melalui rantai pemancar lain tetapi dengan sedikit variasi kata-kata.

Comment

Kitab Keutamaan - Sahih Muslim 2287 b

Hadis ini telah diriwayatkan melalui rantai periwayat lain tetapi dengan sedikit variasi dalam kata-kata.

Dalam ilmu hadis, variasi seperti ini dalam rantai transmisi dan kata-kata dikenal sebagai "ṭuruq" (jalur) dan menunjukkan pelestarian tradisi Kenabian yang teliti. Makna inti tetap utuh sementara perbedaan linguistik kecil mencerminkan variasi alami dalam transmisi manusia.

Para ulama hadis menganggap narasi paralel seperti ini sebagai penguat keaslian laporan, karena beberapa rantai independen yang bertemu pada makna esensial yang sama menunjukkan penerimaan yang luas di antara para Sahabat dan murid-murid mereka.

Komentar Ilmiah

Variasi kecil dalam kata-kata yang disebutkan di sini tidak mempengaruhi konten hukum atau doktrinal hadis. Sebaliknya, ini menunjukkan kebijaksanaan ilahi dalam mengizinkan variasi ekspresi manusia alami sambil mempertahankan pesan esensial.

Ulama klasik seperti Imam Nawawi dan Ibn Hajar telah menjelaskan bahwa variasi seperti ini sering saling melengkapi, memberikan pemahaman yang lebih lengkap ketika dipelajari bersama. Konsistensi makna di berbagai rantai menegaskan keandalan metodologi transmisi Islam.