Aku mendengar Rasul Allah (صلى الله عليه وسلم) bersabda: Aku akan pergi ke Tangki sebelum kamu dan dia yang datang akan minum dan dia yang minum tidak akan pernah merasa haus, dan akan datang kepadaku orang-orang yang akan aku kenal dan yang akan mengenalku. Kemudian akan ada intervensi antara saya dan mereka. Abu Hazim berkata bahwa Nu'man b. Abu 'Ayyash mendengarnya dan aku meriwayatkan kepada mereka hadits ini, dan berkata: Apakah ini yang kamu dengar Sahl katakan? Dia berkata: Ya, dan saya bersaksi tentang fakta bahwa saya mendengarnya dari Abu Sa'id Khudri juga, tetapi dia menambahkan bahwa dia (Nabi Suci) akan berkata: Mereka adalah pengikut saya, dan akan dikatakan kepadanya: Kamu tidak tahu apa yang mereka lakukan setelah kamu dan aku akan berkata kepada mereka: Celakalah dia yang mengubah (agamanya) setelah saya.
Kitab Keutamaan - Sahih Muslim 2290, 2291a
Riwayat ini dari Abu Sa'id al-Khudri (semoga Allah meridhainya) berkaitan dengan Hawd al-Kawthar (Telaga) yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad (semoga damai besertanya) sebagai kehormatan dan keistimewaan pada Hari Kiamat.
Sifat Telaga
Hawd adalah waduk yang luas yang airnya lebih putih daripada susu dan lebih manis daripada madu. Wadah minumnya banyak seperti bintang, dan siapa pun yang meminumnya sekali tidak akan pernah haus lagi. Ini menandakan pemenuhan spiritual tertinggi bagi orang-orang beriman yang mengikuti bimbingan Nabi.
Pengenalan dan Pemisahan
Nabi akan mengenali pengikut sejatinya, dan mereka akan mengenalinya. Namun, beberapa yang mengaku dari Ummahnya akan dicegah untuk mencapainya. Intervensi ini terjadi karena inovasi (bid'ah) dan penyimpangan mereka dari Sunnah otentik setelah kematian Nabi.
Peringatan Serius
Ketika Nabi memberi syafaat bagi mereka yang dijauhkan, dia akan diberi tahu: "Kamu tidak tahu apa yang mereka perkenalkan setelahmu." Tanggapan Nabi - "Celakalah bagi mereka yang berubah setelahku!" - berfungsi sebagai peringatan keras terhadap mengubah agama melalui inovasi atau meninggalkan ajaran otentik yang dia tinggalkan.
Komentar Ulama
Imam al-Nawawi menjelaskan ini menunjukkan kepedulian Nabi terhadap Ummahnya dan beratnya memperkenalkan inovasi. Ibn Hajar al-Asqalani mencatat ini menyoroti pentingnya berpegang pada Sunnah murni dan menghindari semua hal yang baru diciptakan dalam agama. Para ulama sepakat ini merujuk pada mereka yang memperkenalkan bid'ah atau meninggalkan jalan Kenabian.