حَدَّثَنِي أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يُونُسَ، حَدَّثَنَا زَائِدَةُ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عُمَيْرٍ، قَالَ سَمِعْتُ جُنْدَبًا، يَقُولُ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ ‏"‏ أَنَا فَرَطُكُمْ، عَلَى الْحَوْضِ ‏"‏ ‏.‏
Terjemahan
'Abdullah b. 'Amr al-'As, melaporkan Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda

Tangki saya (seluas dan lebar yang dibutuhkan) perjalanan sebulan (untuk mengelilinginya) semuanya, dan sisi-sisinya sama dan airnya lebih putih dari perak, dan baunya lebih harum daripada aroma musk, dan kendinya (diletakkan di sekelilingnya) seperti bintang di langit; dan dia yang mau meminumnya tidak akan pernah merasa haus setelah itu. Asma', putri Abu Bakar berkata: Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) berkata: Aku akan berada di Tangki sehingga aku akan melihat orang-orang yang akan datang kepadaku darimu, tetapi beberapa orang akan ditahan (sebelum sampai kepadaku). Aku akan berkata: Tuhanku, mereka adalah pengikutku dan milik ummatku, dan akan dikatakan kepadaku: Apakah engkau tahu apa yang mereka lakukan setelah engkau? Demi Allah, mereka tidak berbuat baik kepadamu, dan mereka berbalik ke tumit mereka. Dia (perawi) berkata: lbn Abu Mulaika biasa berkata (dalam permohonan): Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu agar kami berbalik atau diadili tentang agama kami.

Comment

Kitab Keutamaan - Sahih Muslim 2292, 2293

Riwayat ini dari Nabi Muhammad (ﷺ) menggambarkan Hawd al-Kawthar (Kolam Kelimpahan) yang telah Allah anugerahkan kepadanya di Akhirat. Deskripsi tentang luasnya yang memerlukan perjalanan sebulan, airnya yang putih murni melebihi perak, dan aromanya yang harum melebihi kesturi menunjukkan kehormatan agung yang diberikan kepada Nabi.

Komentar Ilmiah tentang Deskripsi Kolam

Deskripsi terperinci ini berfungsi untuk menekankan realitas hadiah ilahi ini dan kesempurnaannya. Perbandingan kendi dengan bintang menunjukkan jumlah dan kecemerlangan mereka yang besar, sementara pemuasan dahaga yang abadi melambangkan kepuasan spiritual yang akan dialami orang-orang beriman.

Penjelasan tentang Pengikut yang Ditahan

Adegan menyakitkan di mana beberapa pengikut dicegah mencapai Kolam mengungkapkan beratnya inovasi agama (bid'ah) dan kemurtadan. Tanggapan ilahi "mereka berbalik ke belakang" menunjukkan bahwa mereka meninggalkan ajaran murni Islam setelah kematian Nabi melalui bid'ah atau ketidakpercayaan.

Doa Ibnu Abu Mulaika

Doa sahabat yang sering untuk perlindungan dari kemurtadan dan cobaan agama menunjukkan kesadaran Muslim awal akan bahaya ini. Ini mengajarkan kita pentingnya terus-menerus mencari perlindungan Allah untuk tetap teguh di jalan yang lurus.