Aku mendengar Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) berkata bersama para sahabatnya: Aku akan berada di Tangkian menunggu orang-orang yang akan datang kepadaku dari antara kamu. Demi Allah, beberapa orang akan dicegah untuk datang kepadaku, dan aku akan berkata: Tuhanku, mereka adalah pengikutku dan umat Ummaku. Dan Dia akan berkata, "Kamu tidak tahu apa yang mereka lakukan setelah kamu; mereka terus-menerus berbalik (dari agama mereka).
Kitab Keutamaan - Sahih Muslim 2294
Narasi ini dari Sahih Muslim menggambarkan syafaat Nabi di Hawd (Kolam) pada Hari Kiamat. Utusan Allah (ﷺ) akan menunggu umatnya, tetapi beberapa yang mengaku sebagai pengikutnya akan dicegah untuk mendekat.
Komentar Ilmiah
Hawd merujuk pada waduk besar dari mana Nabi (ﷺ) akan memberikan minum kepada pengikut setianya sebelum mereka memasuki Surga. Air yang diberkati ini akan menyucikan mereka dari semua kotoran spiritual.
Frasa "berbalik ke belakang" menunjukkan kemurtadan dan meninggalkan Islam setelah kematian Nabi. Ini adalah orang-orang yang secara lahiriah mengaku Islam tetapi akhirnya menolaknya melalui tindakan dan keyakinan mereka.
Tanggapan Allah terhadap syafaat Nabi menunjukkan keadilan ilahi - bahkan permohonan Nabi tidak dapat menguntungkan mereka yang secara sadar meninggalkan iman. Ini berfungsi sebagai peringatan serius terhadap kemurtadan dan menekankan keseriusan mempertahankan keyakinan yang benar hingga kematian.
Pelajaran Spiritual
Hadis ini menyoroti kepedulian mendalam Nabi terhadap umatnya dan perannya sebagai pemberi syafaat. Ini juga menekankan pentingnya konsistensi dalam iman dan bahaya inovasi yang menjauhkan dari jalan yang lurus.
Para ulama menjelaskan bahwa ini merujuk khususnya pada mereka yang murtad selama perang ridda (kemurtadan) setelah kematian Nabi, menunjukkan bahwa sekadar asosiasi dengan komunitas Muslim tanpa iman yang sejati tidak cukup untuk keselamatan.