"Wahai orang-orang." Aku berkata kepada gadis itu: Jauhlah dariku. Dia berkata: Dia (Nabi Suci) hanya berbicara kepada para pria dan dia tidak mengundang perhatian para wanita. Aku berkata: Aku juga termasuk di antara orang-orang (dan dengan demikian memiliki hak untuk mendengarkan hal-hal yang berkaitan dengan agama). Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda: Aku akan menjadi pertanda kamu di Tangki; Oleh karena itu, berhati-hatilah agar salah seorang dari kamu datang (kepada-Ku) dan diusir seperti unta yang tersesat. Saya akan menanyakan alasannya, dan itu akan dikatakan kepada saya: Anda tidak tahu inovasi apa yang mereka buat setelah Anda. Dan saya kemudian juga akan mengatakan: Pergilah.
Kitab Keutamaan - Sahih Muslim 2295a
Riwayat ini dari Sahih Muslim mengandung hikmah yang mendalam mengenai Hari Akhir dan syafaat Nabi. Insiden ini dimulai dengan seorang wanita yang menegaskan haknya atas pengetahuan agama, menunjukkan bahwa ajaran Islam mencakup semua orang beriman tanpa memandang jenis kelamin.
Peringatan Terhadap Inovasi
Pernyataan Nabi tentang mengusir orang "seperti unta yang tersesat" berfungsi sebagai peringatan keras terhadap inovasi agama (bid'ah). Mereka yang memperkenalkan praktik baru ke dalam Islam setelah zaman Nabi berisiko ditolak syafaatnya.
Frasa "Kamu tidak tahu inovasi apa yang mereka buat setelah kamu" menunjukkan bahwa beberapa Muslim akan menyimpang dari ajaran murni Islam, memperkenalkan praktik yang tidak disahkan oleh Al-Quran atau Sunnah.
Hawd (Kolam) dan Syafaat
Hawd merujuk pada waduk dari mana Nabi akan memberikan air kepada pengikutnya sebelum memasuki Surga. Ini menyoroti peran Muhammad sebagai pemberi syafaat bagi umatnya pada Hari Kiamat.
Penolakan beberapa orang beriman dari Hawd menunjukkan bahwa klaim iman saja tidak cukup tanpa kepatuhan pada ajaran Islam yang otentik dan menghindari inovasi sesat.