Tuhanku, mereka adalah teman-temanku, mereka adalah teman-temanku, dan akan dikatakan: Engkau tidak tahu inovasi apa yang mereka buat setelah Engkau.
Kitab Keutamaan - Sahih Muslim 2297 a
Narasi ini dari Sahih Muslim menyajikan pemandangan mendalam dari Hari Kiamat di mana seorang yang saleh memberikan syafaat untuk sahabat-sahabatnya, hanya untuk diberitahu bahwa mereka memperkenalkan inovasi agama (bid'ah) setelah kepergiannya dari dunia ini.
Komentar Ilmiah
Para ulama klasik menjelaskan bahwa hadis ini menunjukkan bahaya besar dari inovasi agama, yang memutus hubungan spiritual antara individu bahkan setelah kematian. Permohonan pemberi syafaat "mereka adalah teman-temanku" mencerminkan ikatan yang terbentuk melalui persahabatan yang saleh dalam kehidupan duniawi.
Imam An-Nawawi berkomentar bahwa narasi ini berfungsi sebagai peringatan keras terhadap memperkenalkan hal-hal baru ke dalam agama, karena inovasi semacam itu dapat membatalkan manfaat spiritual dari persahabatan yang saleh dan membatalkan syafaat bahkan dari individu yang paling saleh.
Ibn Rajab al-Hanbali menjelaskan bahwa hadis ini menggambarkan bagaimana inovasi agama merusak hati dan perbuatan, membuat seseorang tidak layak menerima syafaat dari orang-orang saleh, terlepas dari asosiasi atau persahabatan sebelumnya dalam kehidupan duniawi ini.
Implikasi Praktis
Ajaran ini menekankan pentingnya berpegang teguh pada Al-Quran dan Sunnah yang otentik, menghindari semua praktik yang baru diciptakan dalam hal ibadah dan keyakinan.
Umat Muslim diingatkan untuk memilih sahabat yang berpegang pada ajaran Islam yang murni dan untuk terus mendidik diri sendiri tentang praktik Islam yang otentik untuk melindungi diri dari inovasi yang tidak disengaja.