Sementara dua wanita telah pergi bersama kedua putra mereka, seekor serigala datang dan membawa pulang anak salah satu dari mereka. Salah satu dari mereka berkata kepada temannya: "Dengan anakmu ia (serigala) telah melarikan diri Yang lain berkata: Ia telah melarikan diri dengan anakmu. Mereka membawa masalah itu kepada (Hadrat) Dawud (Daud) untuk diputuskan dan dia membuat keputusan yang mendukung yang lebih tua. Mereka kemudian pergi ke Sulaiman b. Dawud (semoga ada damai sejahtera atas mereka berdua) dan menceritakan kepada mereka (ceritanya). Dia berkata: Bawakan aku pisau supaya aku dapat memotongnya (anak itu) (menjadi dua bagian) untukmu. Yang lebih muda berkata: Tidak, tidak mungkin, semoga Allah rahmat kamu, dia (anak itu) miliknya (yang lebih tua). Jadi dia memberikan keputusan yang mendukung yang lebih muda. Abu Huraira berkata: Jika aku pernah mendengar kata as-sikin, itu adalah hari itu. Kami menyebutnya bukan dengan nama lain selain al-Mudya.
Kitab Keputusan Yudisial - Sahih Muslim 1720a
Narasi dari Sahih Muslim ini menyajikan contoh mendalam tentang kebijaksanaan yudisial dan wawasan psikologis dalam menyelesaikan sengketa.
Kasus dan Keputusan Awal
Dua wanita mengklaim keibuan dari anak yang selamat setelah serigala mengambil yang lain. Nabi Dawud (Daud) awalnya memutuskan mendukung wanita yang lebih tua berdasarkan bukti konvensional.
Pendekatan Cerdik Sulaiman
Nabi Sulaiman (Sulaiman) menggunakan tes psikologis dengan mengusulkan untuk membagi anak. Protes segera ibu yang sebenarnya mengungkapkan cinta keibuan dan kepeduliannya yang tulus terhadap kesejahteraan anak, sementara pengklaim palsu menunjukkan kesediaan untuk menerima pembagian.
Kebijaksanaan Ilahi dalam Keputusan
Keputusan ini menunjukkan bahwa keadilan sejati memerlukan wawasan ke dalam sifat manusia di luar bukti permukaan. Pendekatan Sulaiman mengungkap kebenaran melalui respons alami naluri keibuan, membuktikan keunggulan dibandingkan metode adjudikasi konvensional.
Catatan Linguistik
Komentar Abu Huraira tentang kata "as-sikin" (pisau) menunjukkan bagaimana keputusan yang berkesan ini menjadi terkait dengan instrumen yang digunakan dalam tes, menunjukkan bagaimana kasus hukum yang signifikan dapat mempengaruhi bahasa dan ingatan.