Sahih Muslim

Sahih Muslim 157 L

Jam Tidak Akan Dimulai Sampai Seorang Pria Melewati Kuburan Orang Lain Dan Berharap Dia Berada Di Tempat Orang Meninggal, Karena Bencana
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ أَبَانَ بْنِ صَالِحٍ، وَمُحَمَّدُ بْنُ يَزِيدَ الرِّفَاعِيُّ، - وَاللَّفْظُ لاِبْنِ أَبَانَ - قَالاَ حَدَّثَنَا ابْنُ فُضَيْلٍ، عَنْ أَبِي إِسْمَاعِيلَ، عَنْ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ أَبِي، هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِلاَ تَذْهَبُ الدُّنْيَا حَتَّى يَمُرَّ الرَّجُلُ عَلَى الْقَبْرِ فَيَتَمَرَّغُ عَلَيْهِ وَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي كُنْتُ مَكَانَ صَاحِبِ هَذَا الْقَبْرِ وَلَيْسَ بِهِ الدِّينُ إِلاَّ الْبَلاَءُ ‏"
Terjemahan
Abu Huraira melaporkan bahwa Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda

Oleh-Nya, di tangan-Nya hidupku, dunia tidak akan berakhir sampai seseorang melewati kuburan, akan berguling-guling di atasnya dan mengungkapkan keinginan bahwa dia harus berada di tempat penghuni kuburan itu bukan karena alasan agama tetapi karena bencana ini.