Jika ayat ini diturunkan sehubungan dengan orang-orang Yahudi (yaitu: “Hari ini Aku telah menyempurnakan agamamu untukmu dan telah menyelesaikan nikmat-Ku untukmu dan telah memilih Islam untukmu”), tentulah kami mengambil hari bersukacita di mana ayat ini diturunkan. Kemudian Umar berkata: “Aku tahu hari di mana kitab itu diturunkan dan saat diturunkan dan di mana Rasulullah (saw) berada ketika diturunkan. Itu diturunkan pada malam Jumat dan kami berada di Arafat bersama Rasulullah (saw) pada waktu itu.
Kitab Tafsir Al-Qur'an
Tafsir ini disajikan dari perspektif seorang ulama Muslim klasik, dengan mengacu pada tradisi tafsir yang mapan dan narasi ῾Umar ibn al-Khaṭṭāb (semoga Allah meridhainya) seperti yang tercatat dalam Ṣaḥīḥ Muslim 3017 b.
Konteks Wahyu
Narasi ini menjelaskan bahwa ayat penting, "Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu..." (Surah Al-Ma'idah 5:3), tidak diwahyukan mengenai orang Yahudi, tetapi merupakan karunia dan penyempurnaan khusus yang diberikan kepada Umat Muhammad (ﷺ).
Itu diwahyukan selama Haji Perpisahan (Ḥijjat al-Wadā῾), khususnya ketika Nabi (ﷺ) dan para sahabatnya berdiri di ῾Arafat pada hari Jumat. Waktu ini memberikan makna yang sangat besar pada Hari ῾Arafah (Yawm ῾Arafah) dan hari Jumu῾ah (Jumat).
Interpretasi Ilmiah
Kesempurnaan agama menandakan penyelesaian legislasi ilahi. Setelah wahyu ini, tidak ada hukum baru Syariah yang akan diwahyukan. Agama Islam, dengan akidah, ibadah, dan ketentuan hukumnya, kini telah lengkap dan komprehensif.
Penyempurnaan karunia Allah mengacu pada totalitas berkah-Nya, yang terbesar adalah bimbingan Islam itu sendiri. Pemilihan Islam sebagai agama menegaskan finalitasnya dan penerimaan Allah atasnya sebagai satu-satunya jalan menuju keridhaan-Nya.
Lokasi pewahyuannya, ῾Arafat, adalah inti dari ibadah haji, melambangkan puncak dari tindakan ibadah yang membentuk rukun Islam.