Sahih Muslim
Sahih Muslim 564 d
Melarang orang yang telah makan bawang putih, bawang merah, atau daun bawang, dan hal-hal lain yang memiliki bau yang tidak senonoh untuk datang ke masjid, sampai bau itu hilang, dan orang tersebut harus dikeluarkan dari masjid
Teks hadis bahasa Arab
وَحَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ، ح قَالَ وَحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، قَالاَ جَمِيعًا أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ، بِهَذَا الإِسْنَادِ " مَنْ أَكَلَ مِنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ - يُرِيدُ الثُّومَ - فَلاَ يَغْشَنَا فِي مَسْجِدِنَا " . وَلَمْ يَذْكُرِ الْبَصَلَ وَالْكُرَّاثَ
Terjemahan
Ibnu Juraij telah meriwayatkannya dengan rantai pemancar yang sama
Barangsiapa makan tanaman ini, yaitu bawang putih, tidak boleh datang kepada kami di masjid kami, dan dia tidak menyebutkan bawang atau daun bawang.