Sahih Muslim

Sahih Muslim 615 a

Rekomendasi untuk menunda Zuhr (sampai dingin) dalam panas yang parah bagi seseorang yang merasa terlalu panas dalam perjalanan untuk bergabung dengan jemaat
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا لَيْثٌ، ح وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رُمْحٍ، أَخ ْبَرَنَا اللَّيْثُ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنِ ابْنِ الْمُسَيَّبِ، وَأَبِي، سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّهُ قَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏إِذَا اشْتَدَّ الْحَرُّ فَأَبْرِدُوا بِالصَّلاَةِ فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ ‏"‏ ‏.‏
Terjemahan
Abu Huraira melaporkan bahwa Rasulullah (shallallahu 'alaihi wa sallam) bersabda'

Ketika cuaca sangat panas, ucapkan (sholat siang) ketika panas yang ekstrem berlalu, karena intensitas panas berasal dari hembusan napas Neraka.