Larangan orang kaya menunda pembayaran. Keabsahan Hawalah (Pengalihan Utang) dan disarankan untuk menerima pengalihan suatu utang jika dialihkan kepada orang kaya Sahih Muslim 1564 a
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، . أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ "مَطْلُ الْغَنِيِّ ظُلْمٌ وَإِذَا أُتْبِعَ أَحَدُكُمْ عَلَى مَلِيءٍ فَلْيَتْبَعْ " .
Terjemahan
Abu Huraira (Allah ridha kepadanya) melaporkan Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda
Keterlambatan (dalam pembayaran utang) di pihak orang kaya adalah ketidakadilan, dan ketika salah satu dari kamu pensiun dari orang kaya, dia harus mengikutinya.