Malaikat tidak memasuki rumah di mana ada anjing atau gambar.
Kitab Pakaian dan Perhiasan - Sahih Muslim 2106a
Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Narasi dari Sahih Muslim ini menetapkan prinsip spiritual yang mendalam mengenai kehadiran malaikat di tempat tinggal. Malaikat rahmat dan wahyu, yang mencatat perbuatan dan membawa berkah ilahi, menarik diri dari lingkungan yang mengandung anjing yang dipelihara tanpa keperluan dan gambar makhluk hidup.
Larangan ini berasal dari menjaga kesucian tauhid Islam, karena pembuatan gambar meniru tindakan kreatif Allah. Anjing yang dipelihara tanpa kebutuhan yang sah (seperti berburu, bertani, atau perlindungan) dapat mengalihkan perhatian dari mengingat Allah. Ini tidak berlaku untuk anjing pekerja dan tidak menunjukkan bahwa anjing pada dasarnya najis, tetapi mengajarkan kita untuk memprioritaskan lingkungan yang mendukung kehadiran malaikat dan berkah ilahi.
Para ulama menjelaskan bahwa ini merujuk secara khusus pada malaikat yang mencatat perbuatan baik dan membawa rahmat, bukan malaikat yang ditugaskan untuk hukuman atau yang terus-menerus bersama setiap orang. Hikmah di balik ajaran ini mendorong umat Islam untuk menjaga rumah bebas dari gangguan yang mungkin menghalangi kehadiran spiritual dan karunia ilahi.