Sesungguhnya Allah telah menetapkan bagian dari perzinahan yang akan dilakukan oleh seseorang, dan yang harus dilakukannya. Perzinahan mata adalah pandangan nafsu, dan perzinahan lidah adalah ucapan yang tidak senonoh, keinginan dan kerinduan, yang mungkin atau mungkin tidak dilaksanakan.
Kitab Takdir - Sahih Muslim 2657b
Sesungguhnya Allah telah menetapkan bagian zina yang akan dilakukan seseorang, dan yang pasti harus dilakukannya. Zina mata adalah pandangan penuh nafsu, dan zina lidah adalah ucapan cabul, hati menginginkan dan merindukan, yang mungkin atau tidak mungkin diwujudkan oleh anggota tubuh.
Komentar tentang Ketetapan Ilahi
Hadis yang mendalam ini menjelaskan sifat komprehensif dari ketetapan ilahi (qadar), menegaskan bahwa pengetahuan Allah meliputi bahkan tindakan terkecil dari ciptaan-Nya. "Bagian zina" merujuk bukan pada paksaan untuk berbuat dosa, tetapi pada pengetahuan abadi Allah tentang pilihan yang akan dibuat hamba-hamba-Nya.
Tiga Tingkatan Zina
Hadis ini membedakan antara tiga manifestasi: zina mata melalui pandangan yang tidak sah, zina lidah melalui ucapan tidak senonoh, dan zina hati melalui niat buruk. Pelanggaran spiritual ini mendahului tindakan fisik dan membawa konsekuensi spiritualnya sendiri.
Kehendak Bebas dan Pengetahuan Ilahi
Para ulama menjelaskan bahwa pengetahuan Allah tidak meniadakan kehendak bebas manusia. Sebaliknya, Dia mengetahui pilihan yang akan kita buat sambil memberikan kita kemampuan untuk memilih. Frasa "pasti harus dilakukan" menunjukkan terjadinya hal yang telah diketahui Allah secara abadi, bukan paksaan ilahi untuk berbuat dosa.
Perlindungan Spiritual
Ajaran ini menekankan menjaga semua kemampuan - mata, lidah, dan hati - dari korupsi spiritual. Keinginan hati mewakili akar dari mana tindakan muncul, menyoroti pentingnya memurnikan niat dan mengendalikan keadaan batin sebagai dasar kebenaran.