Tidak ada yang lahir tetapi diciptakan dengan sifat sejatinya (Islam). Orang tuanya yang membuatnya menjadi orang Yahudi atau Kristen atau orang Magian seperti binatang menghasilkan anak-anak mereka dengan anggota tubuh mereka yang sempurna. Apakah Anda melihat sesuatu yang kurang dalam diri mereka? Kemudian dia mengutip Al-Qur'an., Sifat Allah yang diciptakan di mana Dia telah menciptakan manusia tidak ada perubahan dari ciptaan Allah; itu adalah agama yang benar" (ar-Rum
30)
Kitab Takdir - Sahih Muslim 2658 b
Hadis yang mendalam dari Sahih Muslim ini membahas konsep Islam fundamental tentang fitrah (sifat primordial) dan takdir ilahi. Nabi Muhammad (semoga damai menyertainya) menjelaskan bahwa setiap manusia dilahirkan dalam keadaan penyerahan alami kepada Allah (Islam), murni dan cenderung pada monoteisme.
Komentar tentang Sifat Penciptaan
Perbandingan dengan hewan baru lahir dengan anggota tubuh yang sempurna menggambarkan bagaimana Allah menciptakan setiap jiwa lengkap dan sehat dalam kecenderungan bawaan untuk mengenali Penciptanya. Sama seperti kita mengamati makhluk baru lahir dengan semua kemampuan yang diperlukan utuh, begitu pula jiwa manusia diciptakan dengan kapasitas bawaan untuk mengenali kebenaran.
Referensi kepada orang tua yang menjadikan anak-anak menjadi Yahudi, Kristen, atau Majusi menunjukkan bagaimana faktor lingkungan dan pengasuhan dapat mengaburkan kecenderungan alami ini. Ini tidak bertentangan dengan ketetapan ilahi tetapi beroperasi di dalamnya, karena pengetahuan Allah mencakup semua pengaruh yang akan mempengaruhi setiap jiwa.
Koroborasi Qur'an
Kutipan Nabi dari Surah Ar-Rum (30:30) mengonfirmasi ajaran ini: "Sifat yang dibuat oleh Allah di mana Dia telah menciptakan manusia tidak ada perubahan dari ciptaan Allah." Ayat ini menetapkan bahwa fitrah adalah ciptaan Allah yang tidak berubah, dan "agama yang benar" adalah keadaan alami penyerahan kepada-Nya.
Para ulama menjelaskan bahwa fitrah ini tetap ada dalam setiap orang sepanjang hidup, itulah sebabnya bahkan mereka yang dibesarkan dalam lingkungan non-Islam mungkin merasa tertarik pada Islam ketika terpapar kebenarannya. Tanggung jawab Muslim adalah untuk melestarikan kecenderungan alami ini dalam diri mereka sendiri dan anak-anak mereka melalui pengasuhan Islam yang tepat.