Tidak ada bayi yang lahir kecuali di atas Fitra. Orang tuanya yang menjadikannya seorang Yahudi atau Kristen atau seorang politeis. Seseorang berkata: Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika mereka meninggal sebelum itu (sebelum mencapai usia remaja ketika mereka dapat membedakan antara yang benar dan yang salah)? Dia berkata: Hanya Allah yang tahu apa yang akan mereka lakukan.
Kitab Takdir - Sahih Muslim 2658e
Hadis yang mendalam dari Sahih Muslim ini mengungkapkan pemahaman Islam tentang sifat manusia dan takdir ilahi. Istilah "Fitra" merujuk pada kecenderungan bawaan dan primordial untuk mengenal Ke-Esaan Allah dan tunduk kepada-Nya. Setiap anak dilahirkan dengan kecenderungan alami ini terhadap kebenaran dan monoteisme.
Sifat Fitra
Fitra mewakili keadaan jiwa manusia yang tidak terkontaminasi sebelum pengaruh eksternal. Ini adalah konstitusi alami dengan mana Allah menciptakan umat manusia, cenderung untuk mengenal Penciptanya. Keadaan ini tetap murni sampai dirusak oleh pengasuhan orang tua, pengaruh masyarakat, atau pilihan pribadi.
Para ulama menjelaskan bahwa Fitra mencakup baik pengenalan bawaan terhadap Allah maupun kompas moral alami yang membedakan antara kebaikan dan kejahatan mendasar. Ini menjelaskan mengapa anak-anak secara alami menunjukkan kualitas seperti kejujuran, kasih sayang, dan keadilan sebelum diajarkan kebajikan ini.
Pengaruh dan Tanggung Jawab Orang Tua
Hadis ini menekankan tanggung jawab besar orang tua dalam membentuk orientasi agama anak-anak mereka. Meskipun anak-anak dilahirkan murni, lingkungan dan pengasuhan mereka menentukan apakah mereka mempertahankan Fitra mereka atau menyimpang darinya.
Ajaran ini menggarisbawahi pentingnya pendidikan Islam sejak kecil dan menciptakan lingkungan yang memelihara kecenderungan alami terhadap Tauhid (monoteisme). Orang tua adalah wali atas perkembangan spiritual anak-anak mereka.
Pengetahuan Ilahi dan Predestinasi
Tanggapan Nabi mengenai anak-anak yang meninggal muda menunjukkan keseimbangan antara tanggung jawab manusia dan pengetahuan ilahi. Meskipun orang tua mempengaruhi jalan anak-anak mereka, pengetahuan tertinggi tentang apa yang akan dipilih individu berada pada Allah saja.
Ini mencerminkan konsep Islam tentang Qadr (ketetapan ilahi) di mana pengetahuan Allah mencakup semua kemungkinan dan hasil. Anak-anak yang meninggal sebelum dewasa berada di bawah rahmat Allah, karena mereka belum mencapai usia pertanggungjawaban.
Komentar Ilmiah
Ulama klasik seperti Imam Nawawi menjelaskan bahwa hadis ini menetapkan kebaikan bawaan sifat manusia. Kerusakan datang dari faktor eksternal, bukan dari sifat yang pada dasarnya berdosa.
Ibn Taymiyyah menjelaskan bahwa Fitra mencakup baik pengenalan bawaan terhadap Allah maupun kecenderungan alami terhadap kebajikan moral. Peran wahyu adalah untuk menyempurnakan dan membimbing kecenderungan alami ini, bukan untuk bertentangan dengannya.
Ajaran ini memiliki implikasi yang mendalam untuk pendidikan Islam, dialog antaragama, dan pemahaman orientasi fundamental sifat manusia terhadap kebaikan dan kebenaran.