حَدَّثَنَا حَاجِبُ بْنُ الْوَلِيدِ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَرْبٍ، عَنِ الزُّبَيْدِيِّ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، أَخْبَرَنِي سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلاَّ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ وَيُمَجِّسَانِهِ كَمَا تُنْتَجُ الْبَهِيمَةُ بَهِيمَةً جَمْعَاءَ هَلْ تُحِسُّونَ فِيهَا مِنْ جَدْعَاءَ ‏"‏ ‏.‏ ثُمَّ يَقُولُ أَبُو هُرَيْرَةَ وَاقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ ‏{‏ فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لاَ تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ‏}‏ الآيَةَ ‏.‏
Terjemahan
Abu Huraira melaporkan dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam banyak hadits dan salah satunya adalah bahwa dia dilaporkan telah mengatakan

Seorang bayi dilahirkan sesuai dengan sifatnya (yang benar). Orang tuanya yang menjadikannya seorang Yahudi, seorang Kristen, seperti unta betina melahirkan anak-anaknya. Apakah Anda menemukan kekurangan pada anggota badan mereka? Anda memotong telinga mereka (yaitu setelah lahir). Mereka (para sahabat Rasulullah SAW) berkata: “Apa pendapatmu tentang dia yang meninggal pada masa bayi? Maka Rasulullah SAW bersabda: “Hanya Allah yang mengetahui apa yang mereka kerjakan.

Comment

Kitab Takdir - Sahih Muslim 2658g

Hadis yang mendalam dari Sahih Muslim ini membahas konsep Islam mendasar tentang fitrah (sifat primordial) dan ketetapan ilahi. Bayi dilahirkan dalam keadaan tunduk secara alami kepada Allah, murni dan tidak ternoda oleh kesalahan teologis. Kemurnian ini mewakili perjanjian asli umat manusia dengan Sang Pencipta.

Komentar tentang Pengaruh Orang Tua

Peran orang tua dalam membentuk identitas agama dibandingkan dengan proses kelahiran alami hewan. Sama seperti unta melahirkan keturunan yang lengkap, manusia dilahirkan secara spiritual lengkap. Perubahan telinga berikutnya melambangkan bagaimana pengaruh eksternal, terutama dari orang tua, mendistorsi fitrah bawaan.

Para ulama menjelaskan bahwa meskipun orang tua memberikan pendidikan agama, bimbingan tertinggi tetap berada pada Allah. Jalur akhir anak mencerminkan pengetahuan ilahi dan pengaruh manusia, namun pertanggungjawaban dimulai hanya setelah mencapai kedewasaan dan menerima bimbingan yang jelas.

Implikasi Teologis Kematian Bayi

Ketika Sahabat bertanya tentang bayi yang meninggal muda, jawaban Nabi "Allah lebih tahu apa yang akan mereka lakukan" menunjukkan kebijaksanaan ilahi di luar pemahaman manusia. Ulama klasik menafsirkan ini sebagai arti bahwa pengetahuan Allah mencakup semua jalur potensial.

Ini menegaskan bahwa bayi yang meninggal sebelum kedewasaan berada di bawah rahmat Allah, karena mereka belum mencapai usia tanggung jawab hukum. Nasib mereka sepenuhnya bergantung pada keadilan dan rahmat ilahi, mencerminkan keseimbangan sempurna antara takdir dan belas kasih ilahi dalam teologi Islam.