حَدَّثَنَا حَاجِبُ بْنُ الْوَلِيدِ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَرْبٍ، عَنِ الزُّبَيْدِيِّ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، أَخْبَرَنِي سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلاَّ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ وَيُمَجِّسَانِهِ كَمَا تُنْتَجُ الْبَهِيمَةُ بَهِيمَةً جَمْعَاءَ هَلْ تُحِسُّونَ فِيهَا مِنْ جَدْعَاءَ ‏"‏ ‏.‏ ثُمَّ يَقُولُ أَبُو هُرَيْرَةَ وَاقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ ‏{‏ فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لاَ تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ‏}‏ الآيَةَ ‏.‏
Terjemahan
Abu Huraira melaporkan bahwa Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda

Ibu dari setiap orang melahirkannya sesuai dengan sifat aslinya. Selanjutnya orang tuanya yang menjadikannya seorang Yahudi atau Kristen atau Magian. Seandainya orang tuanya Muslim, dia juga akan tetap menjadi Muslim. Setiap orang yang ibunya melahirkan (memiliki dua aspek kehidupannya); ketika ibunya melahirkan, Setan menyerangnya, tetapi tidak demikian halnya dengan Maria dan putranya (Yesus Kristus).

Comment

Kitab Takdir - Sahih Muslim 2659a

Narasi ini dari Sahih Muslim membahas doktrin Islam fundamental tentang fitrah (sifat manusia primordial) dan dampak mendalam dari pengasuhan orang tua terhadap identitas agama.

Komentar tentang Sifat Primordial

Hadis ini menetapkan bahwa setiap anak dilahirkan dengan kecenderungan alami (fitrah) Islam, murni dan cenderung pada tauhid (monoteisme). Keadaan ini mewakili kondisi spiritual asli manusia sebelum pengaruh eksternal membentuk identitas agama.

Para ulama menjelaskan fitrah ini sebagai pengakuan bawaan akan kekuasaan Allah dan kecenderungan alami terhadap kebajikan dan kebenaran. Keadaan awal anak mencerminkan perjanjian yang disebutkan dalam Surah Al-A'raf (7:172) di mana semua jiwa mengakui Allah sebagai Tuhan mereka sebelum keberadaan duniawi.

Pengaruh Orang Tua dan Pembentukan Agama

Transformasi dari keadaan alami ini terjadi melalui bimbingan orang tua dan faktor lingkungan. Orang tua "menjadikannya seorang Yahudi atau Kristen atau Majusi" melalui pengajaran, praktik budaya, dan instruksi agama selama tahun-tahun formatif.

Komentator klasik menekankan bahwa ini menunjukkan tanggung jawab besar orang tua dalam pengasuhan agama dan menyoroti bagaimana pengaruh eksternal dapat mengalihkan seseorang dari kecenderungan bawaan mereka menuju Islam.

Pengecualian Maryam dan Isa

Perlindungan unik yang diberikan kepada Maryam (Maria) dan putranya Isa (Yesus) dari sentuhan Setan mewakili intervensi ilahi. Para ulama mencatat bahwa status khusus ini diberikan karena keadaan mereka yang dimurnikan dan peran penting dalam rencana ilahi.

Pengecualian ini menegaskan kekuasaan mutlak Allah untuk memberikan perlindungan khusus kepada hamba-hamba pilihan dan menunjukkan bahwa aturan umum mungkin memiliki pengecualian yang ditetapkan secara ilahi tanpa bertentangan dengan prinsip-prinsip utama.

Implikasi Teologis

Hadis ini mendukung posisi Islam bahwa tidak ada anak yang dilahirkan dengan dosa warisan atau kutukan yang telah ditentukan. Setiap jiwa dimulai dengan murni, dengan takdir yang dibentuk oleh pilihan, pengasuhan, dan ketetapan ilahi.

Narasi ini juga menegaskan tanggung jawab manusia sambil mengakui pengetahuan dan ketetapan Allah yang tertinggi, menciptakan pemahaman yang seimbang antara takdir ilahi dan akuntabilitas manusia.