Pemuda yang dibunuh Khadir adalah orang yang tidak percaya pada dasarnya dan seandainya dia selamat, dia akan melibatkan orang tuanya dalam pembangkangan dan ketidakpercayaan.
Kitab Takdir - Sahih Muslim 2662a
Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, dan semoga damai dan berkah tercurah kepada Rasul-Nya yang terakhir, Muhammad.
Insiden yang dirujuk berkaitan dengan narasi Nabi Musa dan Khadir (semoga kedamaian tercurah kepada mereka berdua) seperti yang diceritakan dalam Surah Al-Kahf. Pembunuhan anak muda oleh Khadir, seperti yang diinstruksikan secara ilahi, adalah tindakan yang didasarkan pada kebijaksanaan ilahi dan pengetahuan tentang yang gaib.
Komentar tentang Sifat dan Takdir Pemuda
Pernyataan bahwa pemuda itu adalah "non-penurut berdasarkan sifat dasarnya" (kāfir al-ṭab') merujuk pada watak bawaan (fitrah) yang telah menjadi rusak dan tetap pada ketidakpercayaan karena pengetahuan ilahi sebelumnya. Allah mengetahui dengan pengetahuan abadi bahwa anak ini tidak akan pernah menerima iman, dan bahwa ketekunannya dalam ketidakpercayaan adalah pasti.
Rasul Allah (semoga damai tercurah kepadanya) bersabda: "Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (kecenderungan alami kepada Islam), kemudian orang tuanya menjadikannya Yahudi, Kristen, atau Majusi." Dalam kasus ini, pengetahuan ilahi mencakup bahwa pemuda khusus ini pada akhirnya akan menolak fitrahnya dan mati dalam ketidakpercayaan.
Kebijaksanaan di Balik Tindakan
Kebijaksanaan utama adalah pelestarian iman orang tua. Seandainya anak itu hidup, dia akan memaksa orang tuanya yang saleh untuk melakukan pelanggaran dan ketidakpercayaan melalui pengaruh dan ketidaktaatannya. Dengan demikian, Allah dalam rahmat-Nya menggantinya dengan anak lain yang akan saleh dan membawa mereka kenyamanan daripada kesulitan.
Insiden ini menunjukkan bahwa ketetapan Allah, meskipun terkadang misterius bagi pemahaman manusia, didasarkan pada kebijaksanaan, rahmat, dan keadilan yang sempurna. Apa yang tampak sebagai tindakan keras mengandung rahmat yang besar bagi orang tua yang beriman dan mencegah bahaya spiritual yang lebih besar.
Pelajaran dalam Ketetapan Ilahi dan Kepercayaan
Narasi ini mengajarkan orang beriman untuk percaya pada kebijaksanaan Allah bahkan ketika menghadapi situasi di luar pemahaman mereka. Ini menegaskan bahwa pengetahuan Allah mencakup semua hasil, dan tindakan-Nya tidak pernah sewenang-wenang tetapi melayani tujuan yang lebih besar yang mungkin tetap tersembunyi dari ciptaan.
Insiden ini pada akhirnya berfungsi sebagai pelajaran mendalam tentang realitas takdir ilahi (qadar) dan kesempurnaan pengetahuan dan perencanaan Allah, yang melampaui perspektif terbatas manusia dan pemahaman temporal tentang baik dan buruk.