حَدَّثَنَا حَاجِبُ بْنُ الْوَلِيدِ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَرْبٍ، عَنِ الزُّبَيْدِيِّ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، أَخْبَرَنِي سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلاَّ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ وَيُمَجِّسَانِهِ كَمَا تُنْتَجُ الْبَهِيمَةُ بَهِيمَةً جَمْعَاءَ هَلْ تُحِسُّونَ فِيهَا مِنْ جَدْعَاءَ ‏"‏ ‏.‏ ثُمَّ يَقُولُ أَبُو هُرَيْرَةَ وَاقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ ‏{‏ فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لاَ تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ‏}‏ الآيَةَ ‏.‏
Terjemahan
'Aisyah, ibu dari orang-orang percaya, melaporkan bahwa seorang anak meninggal dan aku berkata

Ada kebahagiaan bagi anak ini yang merupakan burung dari antara burung-burung cendrawasih. Setelah itu Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda: Tidakkah kamu tahu bahwa Allah menciptakan surga dan Dia menciptakan neraka dan Dia menciptakan penghuni untuk ini (surga) dan penghuni untuk ini (Neraka)?

Comment

Kitab Takdir - Sahih Muslim 2662b

Narasi ini dari Sahih Muslim membahas doktrin Islam yang mendalam tentang ketetapan ilahi (al-Qadr) dan pengetahuan abadi Allah mengenai penghuni Surga dan Neraka.

Analisis Kontekstual

Pernyataan Nabi mengikuti pengamatan seorang sahabat tentang seorang anak yang meninggal sebagai "burung dari antara burung-burung Surga." Ini mencerminkan keyakinan Islam bahwa anak-anak yang meninggal sebelum baligh secara otomatis mencapai Surga.

Tanggapan Nabi mengalihkan perhatian dari kasus individu ke realitas kosmik yang lebih luas tentang takdir ilahi, menekankan bahwa pengetahuan dan ketetapan Allah mencakup semua ciptaan dari kekekalan.

Implikasi Teologis

Penciptaan Surga dan Neraka oleh Allah bersamaan dengan penghuninya menunjukkan pengetahuan-Nya yang lengkap dan sempurna yang mendahului segala keberadaan.

Hadis ini menegaskan bahwa ketetapan ilahi tidak meniadakan tanggung jawab manusia, melainkan menetapkan kerangka komprehensif di mana pilihan manusia terjadi di bawah kebijaksanaan dan keadilan Allah yang tertinggi.

Para ulama menjelaskan bahwa meskipun Allah tahu siapa yang akan masuk Surga atau Neraka, pengetahuan ini tidak memaksa pilihan orang - sebaliknya, Allah tahu pilihan apa yang akan mereka buat secara bebas.

Pelajaran Spiritual

Ajaran ini mendorong orang beriman untuk fokus pada tujuan akhir mereka daripada keadaan duniawi sementara.

Ini menanamkan harapan akan rahmat Allah dan ketakutan akan keadilan-Nya, mempertahankan keseimbangan yang penting untuk perkembangan spiritual.

Narasi ini mengingatkan umat Islam bahwa semua urusan pada akhirnya kembali kepada kebijaksanaan dan ketetapan Allah, menumbuhkan kepuasan dengan keputusan ilahi.