Wahai putra Adam, habiskanlah. Aku akan membelanjakan untukmu. Tangan kanan Allah penuh dan meluap dan tidak ada yang akan menguranginya, dengan menghabiskan waktu yang berlebihan siang dan malam.
Kitab Zakat - Sahih Muslim 993a
Narasi ini dari Nabi Muhammad (semoga damai besertanya) mengandung hikmah mendalam mengenai janji ilahi yang melekat pada pengeluaran amal di jalan Allah.
Jaminan Ilahi atas Balasan
"Wahai anak Adam, berinfaklah. Aku akan berinfak untukmu" menetapkan perjanjian langsung antara Sang Pencipta dan hamba-Nya. Ketika seorang mukmin mengeluarkan dari harta halalnya untuk tujuan yang benar, Allah menjamin balasan berlipat ganda baik di dunia maupun di akhirat.
Perbendaharaan Ilahi yang Tak Terbatas
"Tangan kanan Allah penuh dan melimpah" melambangkan sifat karunia Allah yang tak terbatas. Berbeda dengan harta duniawi yang berkurang melalui distribusi, perbendaharaan Ilahi tetap melimpah selamanya, tidak terpengaruh oleh pemberian yang terus-menerus.
Kedermawanan Abadi
"Tidak akan mengurangi apa pun, dengan berlebihan siang dan malam" menekankan bahwa kedermawanan Allah beroperasi melampaui batasan waktu. Pemberian terus-menerus dari harta-Nya yang tak berujung tidak menyebabkan penipisan, mencerminkan sifat-Nya yang abadi dan mandiri.
Implikasi Spiritual
Hadis ini mendorong orang beriman untuk melampaui keterikatan duniawi dan percaya pada penyediaan ilahi. Ini mengubah amal dari sekadar transaksi keuangan menjadi tindakan investasi spiritual dengan jaminan pengembalian dari Pemilik semua rezeki.