Apa yang telah masuk Ihram untuk Haji atau Umrah diperbolehkan memakainya, dan apa yang tidak diperbolehkan, dan parfum dilarang baginya Sahih Muslim 1177 a
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، - رضى الله عنهما - أَنَّ رَجُلاً، سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَا يَلْبَسُ الْمُحْرِمُ مِنَ الثِّيَابِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم "لاَ تَلْبَسُوا الْقُمُصَ وَلاَ الْعَمَائِمَ وَلاَ السَّرَاوِيلاَتِ وَلاَ الْبَرَانِسَ وَلاَ الْخِفَافَ إِلاَّ أَحَدٌ لاَ يَجِدُ النَّعْلَيْنِ فَلْيَلْبَسِ الْخُفَّيْنِ وَلْيَقْطَعْهُمَا أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ وَلاَ تَلْبَسُوا مِنَ الثِّيَابِ شَيْئًا مَسَّهُ الزَّعْفَرَانُ وَلاَ الْوَرْسُ "
Terjemahan
Ibnu 'Umar (Allah berkenan dengan mereka) melaporkan bahwa seseorang bertanya kepada Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) apa yang harus dikenakan oleh Muhrim sebagai pakaian. Setelah itu Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda
Jangan mengenakan kemeja atau sorban, atau celana panjang atau topi, atau stoking kulit kecuali orang yang tidak menemukan sepatu; dia boleh memakai stoking tetapi dia harus memangkasnya di bawah pergelangan kaki. Dan jangan memakai pakaian yang diaplikasikan kunyit atau perang.