Seorang Muhrim diperbolehkan mencukur kepalanya jika ada masalah, tetapi wajib mempersembahkan seorang Fidyah untuk mencukurnya, dan Mengklarifikasi apa itu Fidyah Sahih Muslim 1201 c
Teks hadis bahasa Arab
وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ، عَنِ ابْنِ عَوْنٍ، عَنْ مُجَاهِدٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى، عَنْ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ، - رضى الله عنه - قَالَ فِيَّ أُنْزِلَتْ هَذِهِ الآيَةُ { فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ بِهِ أَذًى مِنْ رَأْسِهِ فَفِدْيَةٌ مِنْ صِيَامٍ أَوْ صَدَقَةٍ أَوْ نُسُكٍ} قَالَ فَأَتَيْتُهُ فَقَالَ " ادْنُهْ " . فَدَنَوْتُ فَقَالَ " ادْنُهْ " . فَدَنَوْتُ . فَقَالَ صلى الله عليه وسلم "أَيُؤْذِيكَ هَوَامُّكَ " . قَالَ ابْنُ عَوْنٍ وَأَظُنُّهُ قَالَ نَعَمْ . قَالَ فَأَمَرَنِي بِفِدْيَةٍ مِنْ صِيَامٍ أَوْ صَدَقَةٍ أَوْ نُسُكٍ مَا تَيَسَّرَ .
Terjemahan
Kalb b. Ujra (Allah berkenan kepadanya) melaporkan
Akulah yang untuknya ayat ini diturunkan (kepada Nabi Suci): "Siapa pun di antara kamu yang sakit atau sakit kepala, dia (boleh memberikan) kompensasi dengan sedekah atau korban" Dia berkata: Aku datang kepadanya (Nabi Suci) dan dia berkata: Datanglah sayang. Jadi saya mendekat. Dia (lagi) berkata: Mendekatlah. Jadi saya mendekat. Lalu Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda: Apakah hama mengganggu kamu? Ibnu Aun (salah satu perawi) berkata: Saya pikir dia (Ka'b b. Ujra) menjawab dengan setuju. Dia (Nabi Suci) kemudian memerintahkan untuk melakukan kompensasi dengan berpuasa atau dengan memberikan sedekah (memberi makan enam orang yang membutuhkan) atau dengan pengorbanan (binatang) yang tersedia.