Diperbolehkan bagi Muhrim untuk menetapkan syarat untuk keluar dari ihram karena sakit dan sejenisnya Sahih Muslim 1207 a

Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ، مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلاَءِ الْهَمْدَانِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ، عَنْ هِشَامٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، - رضى الله عنها - قَالَتْ دَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَلَى ضُبَاعَةَ بِنْتِ الزُّبَيْرِ فَقَالَ لَهَا ‏"‏ أَرَدْتِ الْحَجَّ ‏"‏ ‏.‏ قَالَتْ وَاللَّهِ مَا أَجِدُنِي إِلاَّ وَجِعَةً ‏.‏ فَقَالَ لَهَا ‏"‏حُجِّي وَاشْتَرِطِي وَقُولِي اللَّهُمَّ مَحِلِّي حَيْثُ حَبَسْتَنِي ‏"‏ ‏.‏ وَكَانَتْ تَحْتَ الْمِقْدَادِ
Terjemahan
'Aisyah (Allah berkenan kepadanya) melaporkan bahwa Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) pergi (ke dalam rumah) Duba'a binti Zubair dan berkata kepadanya

Apakah Anda berniat untuk menunaikan haji? Dia berkata: Demi Allah, (aku berniat untuk melakukannya) tetapi aku sering tetap sakit, sehingga dia (Nabi Suci) berkata kepadanya: Lakukan haji tetapi dengan syarat, dan katakanlah: Ya Allah, aku akan bebas dari ihram di mana Engkau menahan aku. Dan dia (Duba'a) adalah istri Miqdad.