Mengklarifikasi jenis-jenis ihram; dan bahwa diperbolehkan untuk melakukan haji yaitu Ifrad, Tamattu dan Qiran. Diperbolehkan bergabung dengan ibadah haji hingga umrah. Dan ketika peziarah yang sedang melakukan Qiran harus keluar dari Ihram Sahih Muslim 1213 c
Teks hadis bahasa Arab
وَحَدَّثَنِي أَبُو غَسَّانَ الْمِسْمَعِيُّ، حَدَّثَنَا مُعَاذٌ، - يَعْنِي ابْنَ هِشَامٍ - حَدَّثَنِي أَبِي، عَنْ مَطَرٍ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، أَنَّ عَائِشَةَ، - رضى الله عنها - فِي حَجَّةِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَهَلَّتْ بِعُمْرَةٍ . وَسَاقَ الْحَدِيثَ بِمَعْنَى حَدِيثِ اللَّيْثِ وَزَادَ فِي الْحَدِيثِ قَالَ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم رَجُلاً سَهْلاً إِذَا هَوِيَتِ الشَّىْءَ تَابَعَهَا عَلَيْهِ فَأَرْسَلَهَا مَعَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ فَأَهَلَّتْ بِعُمْرَةٍ مِنَ التَّنْعِيمِ . قَالَ مَطَرٌ قَالَ أَبُو الزُّبَيْرِ فَكَانَتْ عَائِشَةُ إِذَا حَجَّتْ صَنَعَتْ كَمَا صَنَعَتْ مَعَ نَبِيِّ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم
Terjemahan
Jabir b. 'Abdullah melaporkan bahwa Aisyah (Allah berkenan kepadanya) masuk ke dalam keadaan ihram (secara terpisah) untuk 'Umrah sementara Nabi (صلى الله عليه وسلم) sedang menunaikan haji. Sisa hadis adalah sama, tetapi dengan penambahan ini
Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) adalah orang yang berwatak lembut, jadi ketika dia (A'Isya) menginginkan sesuatu, dia menerimanya (asalkan tidak bertentangan dengan ajaran Islam). Maka dia (sesuai dengan keinginannya untuk lhram yang terpisah untuk Umra) mengirimnya bersama 'Abd al-Rahman b. Abu Bakar dan dia mengenakan ihram untuk 'Umrah di al-Tan'im. Matar dan Abu Zubair (dua perawi di antara rantai penyiman) berkata: Setiap kali 'Aisyah melakukan haji, dia melakukan apa yang telah dia lakukan bersama dengan Rasul Allah (صلى الله عليه وسلم).