Diperbolehkan keluar dari Ihram jika seseorang dicegah untuk menyelesaikan haji; Diperbolehkan untuk melakukan Qiran dan peziarah yang melakukan Qiran harus melakukan hanya satu Tawaf dan satu Sa'i Sahih Muslim 1230 c

Teks hadis bahasa Arab
وَحَدَّثَنَاهُ ابْنُ نُمَيْرٍ، حَدَّثَنَا أَبِي، حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ، عَنْ نَافِعٍ، قَالَ أَرَادَ ابْنُ عُمَرَ الْحَجَّ حِينَ نَزَلَ الْحَجَّاجُ بِابْنِ الزُّبَيْرِ ‏.‏ وَاقْتَصَّ الْحَدِيثَ بِمِثْلِ هَذِهِ الْقِصَّةِ وَقَالَ فِي آخِرِ الْحَدِيثِ وَكَانَ يَقُولُ مَنْ جَمَعَ بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ كَفَاهُ طَوَافٌ وَاحِدٌ وَلَمْ يَحِلَّ حَتَّى يَحِلَّ مِنْهُمَا جَمِيعًا ‏.‏
Terjemahan
Nafi' melaporkan bahwa Ibnu Umar bermaksud untuk pergi haji (pada tahun itu) ketika Haji menyerang Ibnu Zubair, dan dia meriwayatkan kisah itu seperti (diriwayatkan di atas), dan dia biasa mengatakan di akhir hadits

Dia yang menggabungkan haji dengan umra, baginya satu keliling sudah cukup, dan dia tidak menunda Ihram sampai dia menyelesaikan keduanya.