Tamattu' dalam Haji Sahih Muslim 1239 a

Teks hadis bahasa Arab
وَحَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ، حَدَّثَنَا أَبِي، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، حَدَّثَنَا مُسْلِمٌ الْقُرِّيُّ، سَمِعَ ابْنَ عَبَّاسٍ، - رضى الله عنهما - يَقُولُأَهَلَّ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم بِعُمْرَةٍ وَأَهَلَّ أَصْحَابُهُ بِحَجٍّ فَلَمْ يَحِلَّ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم وَلاَ مَنْ سَاقَ الْهَدْىَ مِنْ أَصْحَابِهِ وَحَلَّ بَقِيَّتُهُمْ فَكَانَ طَلْحَةُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ فِيمَنْ سَاقَ الْهَدْىَ فَلَمْ يَحِلَّ ‏.‏
Terjemahan

Muslim al-Qurri mendengar lbn 'Abbas (Allah berkenan dengan mereka) mengatakan bahwa Rasul Allah (صلى الله عليه وسلم) masuk ke dalam keadaan ihram untuk umrah dan para sahabatnya untuk haji. Baik Rasul Allah (صلى الله عليه وسلم) maupun orang-orang di antara para sahabat-Nya yang membawa binatang kurban bersama mereka tidak menunda Ihram, sedangkan yang lain (dari para peziarah) melakukannya. Talha b. Ubaidullah adalah salah satu dari mereka yang membawa hewan kurban bersama mereka sehingga dia tidak menunda Ihram.