Diperbolehkan untuk melakukan umrah selama bulan-bulan haji Sahih Muslim 1240 e
Teks hadis bahasa Arab
وَحَدَّثَنَا عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنْ أَبِي الْعَالِيَةِ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، - رضى الله عنهما - قَالَصَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم الصُّبْحَ بِذِي طَوًى وَقَدِمَ لأَرْبَعٍ مَضَيْنَ مِنْ ذِي الْحِجَّةِ وَأَمَرَ أَصْحَابَهُ أَنْ يُحَوِّلُوا إِحْرَامَهُمْ بِعُمْرَةٍ إِلاَّ مَنْ كَانَ مَعَهُ الْهَدْىُ .
Terjemahan
Ibnu Abbas (Allah berkenan dengan mereka) melaporkan bahwa Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) menjalankan shalat subuh di Dhu Tawa (sebuah lembah dekat Mekah) dan tiba (di Mekah) ketika empat hari Dzulhijjah telah berlalu dan dia memerintahkan para sahabatnya agar mereka mengubah Ihram (haji) mereka menjadi umra, kecuali mereka yang membawa hewan kurban.