حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، وَابْنُ، بَشَّارٍ جَمِيعًا عَنِ ابْنِ أَبِي عَدِيٍّ، - قَالَ ابْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ، - عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَبِي حَسَّانَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، - رضى الله عنهما - قَالَ صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم الظُّهْرَ بِذِي الْحُلَيْفَةِ ثُمَّ دَعَا بِنَاقَتِهِ فَأَشْعَرَهَا فِي صَفْحَةِ سَنَامِهَا الأَيْمَنِ وَسَلَتَ الدَّمَ وَقَلَّدَهَا نَعْلَيْنِ ثُمَّ رَكِبَ رَاحِلَتَهُ فَلَمَّا اسْتَوَتْ بِهِ عَلَى الْبَيْدَاءِ أَهَلَّ بِالْحَجِّ ‏.‏
Terjemahan
Kata Ata'

Ibnu 'Abbas (Allah berkenan dengan mereka) biasa mengatakan bahwa seorang peziarah atau non-peziarah (yang melakukan 'Umar) yang mengelilingi Rumah bebas dari tanggung jawab Ihram. Aku (Ibnu Juraij, salah satu perawi) berkata kepada 'Ata': Atas otoritas apa dia (Ibnu Abbas) mengatakan ini? Dia berkata: Atas otoritas uf firman Allah: "Maka tempat kurban mereka adalah Rumah Kuno" (al-Qur'an, xxii. 33). Aku berkata: Ini menyangkut waktu setelah tinggal di 'Arafat, lalu dia berkata: Ibnu 'Abbas (Allah berkenan kepada mereka) telah menyatakan (bahwa tempat pengorbanan adalah Rumah Kuno); itu bisa jadi setelah menginap di 'Arafat atau sebelum (tinggal di sana). Dan dia (Ibnu Abbas) membuat pengurangan ini I dari perintah Rasul Allah (صلى الله عليه وسلم) ketika dia telah memerintahkan untuk menunda Ihram pada kesempatan Ziarah Perpisahan.