Disarankan untuk bermalam di Dhu Tuwa ketika berniat memasuki Makkah, dan melakukan Ghusl sebelum memasukinya, dan memasukinya pada siang hari Sahih Muslim 1259 a
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، وَعُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ، قَالاَ حَدَّثَنَا يَحْيَى، - وَهُوَ الْقَطَّانُ - عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ، أَخْبَرَنِي نَافِعٌ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلمبَاتَ بِذِي طَوًى حَتَّى أَصْبَحَ ثُمَّ دَخَلَ مَكَّةَ .قَالَ وَكَانَ عَبْدُ اللَّهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ . وَفِي رِوَايَةِ ابْنِ سَعِيدٍ حَتَّى صَلَّى الصُّبْحَ . قَالَ يَحْيَى أَوْ قَالَ حَتَّى أَصْبَحَ
Terjemahan
Ibnu Umar radhiyallahu 'antulah melaporkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bermalam di Dhi Tuwa sampai fajar dan kemudian memasuki Mekkah. 'Abdullah (lahir 'Umar) sendiri menyukainya. Dan dalam riwayat yang disampaikan oleh Ibnu Sa'ld (kata-katanya)
Sampai dia mengucapkan shalat fajar. Yahya (perawi lain) berkata: Sampai fajar.